Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Pengertian dan Fungsi Struktur DNA

Pengertian dan Fungsi Struktur DNA – “Untuk dapat mengetahui apakah anak itu keturunannya, kita perlu melakukan tes DNA.”

Pasti kalimat tersebut sudah tidak asing di telinga. Kita seringkali mendengarnya dari berbagai macam sumber, termasuk acara hiburan di televisi. Lantas, apa sebenarnya DNA itu? Mengapa DNA dapat membuktikan hubungan darah seseorang?

DNA atau Deoxyribonucleic acid berasal dari dua kata yaitu deoxyribosa yang berarti gula pentose dan nucleic yang berarti nukleat.

Bila diilustrasikan, DNA tampak seperti benang panjang, yang sebenarnya merupakan polimer asam nukleat dalam tubuh makhluk hidup yang dapat membawakan informasi genetik seseorang yang diturunkan pada keturunannya. Untuk lebih ringkasnya, DNA dapat diartikan sebagai senyawa kimia yang membentuk keterangan genetik suatu makhluk hidup yang dapat diturunkan ke generasi berikutnya.

Struktur DNA pertama kali ditemukan oleh James Watson dan Francis Crick sehingga disebut dengan struktur rantai berganda (double-helix) Watson-Crick. Secara struktural, DNA merupakan polimer nukleotida. Setiap nukleotida tersusun dari gula deoksiribosa, fosfat, dan basa. Polimer nukleotida bersebut membentuk struktur dua untaian heliks ganda yang disatukan oleh ikatan hidrogen di antara basa-basa yang ada. Terdapat empat basa dalam DNA yang tergabung dalam dua kelompok, yaitu:

  • Basa pirimidin: Timin (T) dan Sitosin (S)
  • Basa purin: adenin (A) dan guanin (G)

Setiap basa tersebut akan membentuk suatu rantai ikatan hidrogen antara satu dengan lainnya. Basa adenin (A) membentuk dua ikatan hidrogen dengan basa timin (T).

Sementara itu, Guanin (G) akan membentuk tiga ikatan hidrogen dengan basa Sitosin (S). Ikatan-ikatan yang terbentuk diantara basa tersebut akan membentuk sebuah kombinasi yang spesifik antara satu individu dengan individu lainnya dan dapat diturunkan pada generasi selanjutnya.

Kombinasi atau urutan basa-basa tersebut yang menentukan hal-hal terkait genetik pada individu hingga membentuk warna rambut ataupun bentuk hidung yang berbeda satu sama lain namun memiliki kemiripan bagi keturunannya. Dengan demikian, DNA dapat membuktikan hubungan darah seseorang.

Nah, sekarang kita sudah lebih mengerti mengapa DNA dapat menunjukkan garis keturunan seseorang. Ternyata, kita dapat belajar banyak hal dari lingkungan sekitar ya, termasuk dari tayangan televisi.

Updated: Maret 26, 2019 — 4:49 pm

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

My Blog © 2018