Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Pengertian Aeroponik

Pengertian AeroponikAeroponik adalah metode bercocok tanam tanpa menggunakan tanah atau media agregat (dikenal sebagai geoponik). Kata “aeroponik” berasal dari bahasa Yunani, yaitu aer yang berarti udara dan ponos yang berarti daya.

Tidak seperti hidroponik, yang menggunakan larutan nutrisi cair sebagai media tumbuh dan mineral penting untuk mempertahankan pertumbuhan tanaman; atau aquaponik yang menggunakan limbah air dan ikan, aeroponik dilakukan tanpa media tumbuhnya akar.

Prinsip dasar aeroponik adalah menumbuhkan tanaman dengan menggantungkannya pada area tertutup atau semi-tertutup. Kemudian, akar tanaman yang menjuntai dan batang bawah disemprot dengan larutan air kaya nutrisi dalam bentuk kabut. Akar tanaman yang menggantung akan menyerap larutan hara tersebut. Karena menggunakan air untuk perantara masuknya nutrisi tanaman, aeroponik terkadang disebut bagian dari hidroponik.

Untuk memulai budidaya dengan aeroponik, terdapat beberapa peralatan yang perlu disiapkan. Beberapa di antaranya adalah jaringan irigasi sprinkler, jet pump, nozzle sprinkle, PVC, rockwool, styrofoam, larutan nutrisi dan benih tanaman.

Sebelum penanaman dilakukan, siapkan benih hingga siap tanam. Rendam benih pada air untuk memacu perkembahan. Setelah itu, semai benih tanaman yang telah direndam air tersebut pada rockwool yang disusun di atas nampan pembibitan. Lubangi rockwool, kemudian tanami satu benih pada setiap lubang agar pertumbuhannya baik. Kemudian simpan benih di ruangan gelap agar cepat berkecambah. Setelah sedikitnya tumbuh dua helai daun, pindah bibit pada rockwool ke styrofoam yang telah dilubangi dengan posisi akar menggantung.

Akar tanaman ini nantinya akan menjuntai ke bawah. Letakkan sprinkler (alat pembuat kabut) di bawah styrofoam. Sprinkler ini memiliki fungsi menciptakan uap air di sekeliling tanaman, serta memberikan lapisan air pada akar, sehingga menurunkan suhu sekitar daun dan mengurangi evapotranspirasi.

Salah satu keunggulan aeroponik adalah oksigenasi dari tiap butiran kabut halus larutan hara yang sampai ke akar. Dalam perjalanannya dari lubang sprinkler hingga sampai ke akar, butiran kabut akan mengikat oksigen dari udara hingga kadar oksigen dalam butiran meningkat. Dengan demikian, proses respirasi pada akar berlangsung lebih lancar dan menghasilkan lebih banyak energi dari metode lainnya.

Updated: April 16, 2019 — 2:38 pm

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

My Blog © 2018