Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Panduan Budidaya Tanaman Kedelai Organik Untuk Pemula

Cara Budidaya Tanaman Kedelai – Tanaman kedelai memiliki nama latin Glycine max L. Tanaman kedelai in teramasuk jenis polong-polongan.

Kedelai menjadi  sumber utama protein nabati dan minyak nabati, selan itu juga menjadi bahan dasar banyak makanan. Kedelai merupakan tumbuhan yang peka terhadap pencahayaan.

Jika dalam pencahayaan yang agak rendah batangnya akan mengalami pertumbuhan memanjang hingga berwujud seperti tanaman merambat.

Tanaman kedelai cocok  tumbuh di daerah yang beriklim tropis dan subtropis. Iklim yang kering lebih optimal untuk tanaman kedelai dibandingkan iklim lembab.

Dikarenakan saat panen kedelai yang jatuh pada musim kemarau lebih baik dari pada musim hujan, pengaruh terhadap waktu pemasakan biji serta pengeringan hasilnya.

Tanaman kedelai ini  dapat tumbuh dengan baik di daerah yang memiliki curah hujan sekitar 100-400 mm/bulan. Untuk suhu yang tanaman kedelai  cocok antara 21-34 derajat C. Untuk tanah tanaman Kedelai adalah bisa tumbuh  pada daerah dengan ketinggian 1.500 dpl.

Pemilihan Bibit

Proses pemilihan bibit ada dua cara yaitu dengan beli ditoko pertanian atau dari kebun sendiri.

Beli di toko pertanian

  • Pilihlah bibit yang telah terverifikasi dari bidang yang bertanggung jawab pada dalam hal lisensi bibit tersebut.
  • Pilih kemasan bibit yang yang bebas dari bakteri maupun jamur.
  • Cek kadaluarsanya.

Dari kebun sendiri

  • Ambilah bibit kedelai yang sudah tua.
  • Lalu jemur dimatahari
  • Setelah itu bibit yang masih ada pembungkusnya di gilas dengan kaki agar keluar biji-ijinya

Pengolahan Tanah

Pertama-tama bersihkan tanah dari gulma-gulma yang nantinya akan menggangu pertumuhan tanaman kedelai. Setelah itu gemburkan tanah, cangkul dengan kedalaman 30 Cm.

Lalu buatlah bedengan dengan tinggi sekitar 25-30, lebar sekitar 40-50, untuk panjangnya sesuaikan dengan lahan yang Anda punya. Setelah bendengan selesai berilah pupuk dasar yaitu dengan pupuk kandang kering. Buatlah lubang untuk penanaman biji kedelai dengan kedalaman 1cm. Jarak dari lubang satu ke lubang lainnya sekitar 30-35 Cm.

Proses Penanaman

Setelah lahan telah siapkan. Masukan biji kedelai 1-2 biji kedalam lubang yang telah diubuat. Setelah itu tutup kembali dengan tanah. Biji kedelai akan tumbuh dan berproses kecambah sekitar 7-20 hari dari proses awal tanam.

Perawatan Tanaman

  • Penyiraman

Proses penyiraman dilakukan di saat-sat tertentu saja, Jika tanaman benar-benar membutuhkan air. Jika proses penanaman disaat musim hujan sebaiknya kurangi proses penyiraman. Tapi jika saat jatuh musim kemarau, rutinlah untuk menyiram.

  • Penyulaman dan Penyiangan

Hal ini bisa dilakukan bersamaan. Lakukan penyulaman jika ada tanaman kedelai yang tidak tumbuh, cabut dan lakukan penanaman ulang. Setelah itu Anda bisa lakukan penyiangan, bersihkan gulma-gulma atau tanaman liar yang tumbuh disekitar tanaman kedelai.

  • Pemupukan Lanjutan

Pemupukan lanjutan dilakukan setelan tanaman kedelai berusia 4-5 bulan. Berilah pupuk organik dari kotoran hewan yang sangat direkomendasikan agar hasil panen optimal.

  • Pengendalian Hama dan Penyakit

Biasanya hama yang menyeran tanaman kedelai adalah ulat daun atau juga ulat grayak, kedua binatang ini akan membuat daun menjadi banyak berlubang. Dan cara penanggulangannya adalah dengan cara meyemprotkan petisida alami.

Panen

Tanaman kedelai dipanen pada usia 5-6 bulan, hal tentunya bergantung pada seberapa bagus cara perawatannya. Cara panennya adalah dengan memetik buah kedelai.

Demikian informasi yang saya sampaikan semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

My Blog © 2018