Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Manfaat Rebung

Obat Penyakit Liver

Rebung bambu kuning banyak mengandung para hidroksi bemsaldehid, yaitu zat fenol yang menyerupai gugusan silimarin dan kurkumin. Kedua gugusan ini bermanfaat sebagai antiracun hati. Senyawa silimarin telah lama dikenal sebagai obat liver atau obat lever atau sakit hati dengan merek dagang Legalon. Berdasarkan atas penelitian di Jerman, sari rebung bambu bisa bermanfaat untuk memperbaiki kerusakan sel hati binatang percobaan, yang sebelumnya memang sengaja dirusak dengan racun hati.

Ciri khas aroma rebung adalah bau asam atau pesing yang biasanya akan menyengat tajam saat direbus. Untuk menghilangkan bau asam atau pesing saat merebus rebung ini maka cucilah terlebih dahulu rebung segar hingga menjadi bersih. Buang bagian tunas yang keras lalu rebus rebung dalam air hingga mendidih, lalu tiriskan. Rebus kembali dengan air kelapa biasa ( hingga rebung terendam seluruhnya ) sampai rebung lunak.

Baca Juga : Email Facebook

Tiriskan dan simpan pada wadah tertutup dalam lemari es. Manfaat air kelapa adalah selain mengurangi aroma tajam rebung juga bagus untuk memberikan rasa legit, renyah dan lebih enak. Cara memasak rebung yang tepat agar dapat mempengaruhi kandungan antioksidannya tetap terjaga berdasarkan penelitian di Cina adalah dengan menumis merupakan cara yang pas untuk memasak rebung karena mampu memertahankan kandungan antioksidan secara maksimal.

Rebung mengandung zat protein yang berfungsi untuk menjaga kesehatan sel – sel di dalam tubuh anda sehingga dapat berfungsi dengan sempurna. Di samping itu, kandungan antioksidan dalam rebung ampuh buat menangkal senyawa bebas yang berbahaya bagi kebugaran tubuh manusia. Jenis antioksidan yang terkandung dalam rebung adalah fitosterol. Kandungan ini ampuh buat menurunkan kadar kolesterol jahat dalam darah.

Mengontrol Kolesterol Jahat Atau LDL

Bila anda sedang mengalami kolesterol yang tinggi maka bisa diatasi dengan rebung bambu kuning, dimana diketahui bahwa rebung bambu kuning ampuh buat mengatasi berbagai penyakit karena kondisi buruk ini dengan secara langsung memakannya menjadi sayur untuk teman makan bersama nasi atau bisa dengan cara yang lainnya. Rebung bambu kuning bekerja dengan melarutkan kolesterol jahat atau LDL yang menumpuk dalam tubuh, lalu dengan adanya rebung tersebut diharapkan mampu melancarkan kolesterol yang ada pada arteri serta melancarkan peredaran darah di dalam tubuh untuk disebarkan ke seluruh tubuh. Selain itu, rebung mampu menstabilkan kadar gula darah dalam tubuh, karena pada rebung sendiri tidak terdapat zat kandungan kalori dan lemak.

Menurunkan Berat Badan

Bagi anda yang sedang melakukan diet, bisa mengonsumsi rebung bambu kuning karena rebung bambu kuning memiliki serat yang tinggi sehingga saat anda mengonsumsi rebung akan mudah menjadi kenyang. Ditambah lagi pada rebung sendiri tidak mengandung kalori dan lemak yang ketika mengonsumsinya anda tidak perlu khawatir akan gemuk karena kalori dan lemaknya tidak terkandung secara langsung dalam rebung.

Kesehatan Jantung Terjaga

Terdapat studi kesehatan yang menjelaskan bahwa rebung ini ampuh buat melarutkan kolesterol jahat atau LDL dimana jika tidak mudah larut maka akan mengakibatkan terjadinya kolesterol dalam tubuh, jika kolesterol ini berlebihan maka akan menyumbat arteri yang ada di dalam tubuh sehingga seseorang akan rentan terserang penyakit jantung. Dengan mengonsumsi rebung ini maka diharapkan mampu membantu melarutkan kolesterol sehingga tidak akan terjadi penyumbatan arteri dalam tubuh, anda akan terhindar dari serangan jantung. Hal inilah yang menjadi penyebab utama karena terdapat kandungan pitosterol dan fitonutrien yang bermanfaat bagi kesehatan tubuh.

Selamat mencoba semoga bermanfaat !

Baca Juga : Cara Mendapatkan penghasilan

Updated: Januari 17, 2019 — 6:00 am

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

My Blog © 2018