Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Makna Yang Terkandung Dalam Pawai Ogoh – Ogoh Di Bali

Makna Yang Terkandung Dalam Pawai Ogoh – Ogoh Di Bali – Seperti dijelaskan di atas, Ogoh – Ogoh adalah cerminan sifat – sifat negatif pada diri manusia terhadap lingkungannya.

Tradisi ini diharapkan mampu mengingatkan masyarakat Bali dan warga pendatang agar tetap eling dan mawas diri.

Baca Juga : Penyebab Pinjaman DItolak

Selanjutnya Ogoh – Ogoh akan diarak keliling desa yang bertujuan agar kekuatan – kekuatan negatif yang menyelimuti warga di sekitar desa terusir dan turut serta bersama dengan Ogoh – Ogoh ke pelabuhan terakhir di pekuburan untuk dibakar.

Menjelang diarak, biasanya para muda – mudi akan melakukan ritual meminum arak yang dianggap sebagai perwakilan dari sifat terburuk di dalam diri manusia. Semakin berat beban Ogoh – Ogoh yang mereka gendong maka semakin keras sebuah ajaran keagamaan wajib dilakukan agar mampu melenyapkan sifat – sifat negatif, seperti cerminan sifat – sifat raksasa di hutan belantara yang ganas ! Pengarakan Ogoh – Ogoh dalam masyarakat Bali berakhir di area pekuburan dimana beberapa Patung Ogoh – Ogoh harus dibakar.

Diharapkan nantinya semua beban akan sifat – sifat negatif di dalam hati manusia yang menjurus kepada sikap kekanakan yang menyedot begitu banyak energi dari kehidupan seseorang akan terobati lalu seseorang akan siap untuk memulai sebuah kehidupan baru setelah Hari Raya Nyepi dimana pada hari tersebut, di seluruh Pulau Bali akan menjadi hening, masyarakat diajak untuk siap – siap memasuki guna memaknai Hari Raya Nyepi merupakan sebuah sumber pendorong daya hidup yang akan memasuki lembaran baru dan berharap menemukan sebuah makna kehidupan yang nyata bagi dirinya dan segenap semesta serta lingkungan.

Di hari ini, seluruh umat Hindu diharapkan mampu untuk mengevaluasi diri, merenung tentang sikap – sikap pendekatan rohani yang wajib bisa dicapai lebih sempurna, dan lebih mengerti terhadap hakekat tujuan kehidupan di alam semesta.

Seluruh rangkaian kegiatan upacara keagamaan tersebut di atas hingga saat ini masih terus dilaksanakan dan wajib dilestarikan secara turun – menurun di seluruh Pulau Bali sehingga mampu menjadi panutan terhadap keberadaan adat – istiadat dan budaya serta ajaran Agama Hindhu yang dirangkai menjadi satu dengan menonjolkan daya tarik seni membuat patung jumbo yang unik dan etnis khas Bali sebagai objek wsiata yang tidak ternilai harga jualnya di mata wisatawan domestik dan turis asing yang kebetulan jalan – jalan ke Bali menjelang perayaan besar Hari Raya Nyepi.

Demikian kami menjelaskan dengan singkat yang dirangkum dari berbagai sumber berita, semoga bermanfaat !

Baca Juga : Jaminan Dalam Pinjaman

Updated: Januari 16, 2019 — 5:28 am

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

My Blog © 2018