Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Cara Budidaya Seledri Organik

Cara Budidaya Seledri – Seledri (Apium graveolens L.) merupakan sayuran daun dan tumbuhan obat yang juga biasa digunakan sebagai bumbu masakan. Kegunaan seledri untuk pengobatan dan penyedap masakan telah dikenal sejak ribuan tahun yang lalu.

Cara Budidaya Seledri Organik

Cara Budidaya Seledri Organik

Beberapa negara termasuk Cina, Jepang dan Korea memanfaatkan bagian tangkai daun sebagai bahan makanan. Seledri yang ada di Indonesia diperkenalkan oleh penjajah Belanda, dan daunnya digunakan untuk menyedapkan sup atau sebagai lalap. Penggunaan seledri paling lengkap ada di Eropa. Daun, tangkai daun, buah, hingga umbinya dimanfaatkan.

Budidaya seledri sangat cocok apabila dilakukan di dataran tinggi dengan ketinggian 1000-1200 mdpl. Walaupun demikian, seledri masih dapat ditumbuhkan di dataran rendah. Seledri kurang tahan terhadap curah hujan yang tinggi.

Jenis tanah yang cocok dalam budidaya seledri adalah tanah gembur yang mengandung banyak bahan organik. Tanaman seledri tumbuh dengan baik pada tingkat keasaman tanah pH 5,5-6,5. Tambahkan kapur atau dolomit apabila keasaman tanah terlalu tinggi.

Terdapat dua cara menanam seledri, yaitu perbanyakan generatif atau dari biji, dan perbanyakan vegetatif atau dari anakan. Perbanyakan generatif umunya digunakan untuk budidaya seledri komersial. Semenatara budidaya skala pekarangan seperti dalam pot atau polybag, akan lebih mudah dilakukan dengan vegetatif. Berikut merupakan cara perbanyakan vegetatif bagi mereka yang ingin menumbuhkan seledri organik sendiri.

Perbanyakan vegetatif biasanya dilakukan apabila telah memiliki tanaman seledri sebelumnya. Ambil anakan yang terdapat dalam rumpun tanaman seledri yang telah ada. Selanjutnya, pindahkan anakan seledri ke pot atau polybag baru. Tanaman dapat diperbanyak dari rumpun seledri yang tumbuh.

Apabila tidak memiliki tanaman seledri, biji seledri dapat dibeli dengan mudah di toko tanaman. Kemudian semai biji di atas media yang siap pakai.  Wadah untuk menyemai biji seledri dapat menggunakan tempat khusus untuk menyemai, yang juga dijual di toko tanaman. Jika ingin menghemat, gunakan styrofoam bekas wadah yang bagian bawahnya diberi lubang untuk pembuangan limpahan air. Sekitar seminggu, jika kecambah sudah keluar dan terlihat daun kecil-kecil, letakkan seledri di tempat yang terkena sinar matahari sampai pukul sembilan pagi. Siram dengan semprotan halus, atau  kalau gunakan botol minuman plastik yang tutupnya ditusuk-tusuk sehingga dapat menyemprot air ketika dipencet untuk berhemat.

Pindahkan ke dalam pot apabila keluar 2 helai daun. Pasikan seledri terkena matahari, dan mulai berikan pupuk cair organik yang juga dapat ditemukan di toko tanaman. Semprot pupuk tersebut dengan dicampur air sesuai kebutuhan pada petunjuknya. Buat media tanaman sendiri dari tanah yang gembur di halaman, sekam mentah, kompos matang dari daun-daun serta sampah organik rumah tangga. Oleh karena itu, jangan buang sampah organik rumah tangga dan campur dengan kotoran lain untuk diolah menjadi kompos. Budidaya seledri dalam pot atau polybag cukup jarang terkena hama atau penyakit. Namun apabila terserang penyakit, lakukan penyemprotan dengan pestisida organik.

Panen dari seledri hasil budidaya dapat dilakukan berkali-kali. Panen pertama biasanya dapat dilakukan setelah tanaman berumur 1-3 bulan, tergantung dari varietasnya. Pertumbuhan seledri dapat dikatakan maksimal setelah daunnya rimbun dan anakannya banyak. Potong pangkal batang seledri secara periodik saat memanennya. Frekuensi panen adalah 1-2 minggu sekali. Panen berakhir apabila pertumbuhan anakannya tidak produktif lagi. Panen bisa juga dilakukan dengan mencabut seledrinya.

Updated: April 6, 2019 — 1:49 pm

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

My Blog © 2018